Portal PMB | UNIMUS

Jalur Bebas Tes Tulis (JBTT)

Deskripsi

Jalur Bebas Tes Tulis (JBTT) merupakan program/jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru bagi siswa-siswi SMA/ MA/ SMK untuk memasuki Program Diploma III, Diploma IV dan Sarjana di Universitas Muhammadiyah Semarang. Seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur ini dilakukan dengan tanpa ujian tertulis. Jalur seleksi ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaring calon mahasiswa Unimus yang memiliki kemampuan akademik yang telah dicapai di Sekolah Menengah Atas, Madrasah, atau Sekolah Menengah Kejuruan dengan rata-rata nilai raport semester 1-5 sebesar 7,5 dan atau nilai UN, trampil dan memiliki kematangan pribadi yang baik.

 

Maksud dan Tujuan

  1. Menciptakan jaringan kerjasama.

  2. Menumbuhkan budaya kompetisi.

  3. Memberi kesempatan siswa-siswa yang berprestasi.

 

Sasaran

Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan dan Madrasah Aliyah di seluruh wilayah Indonesia

 

Ketentuan dan Syarat Calon

  1. Warga Negara Indonesia.

  2. Pendaftar adalah siswa-siswi berprestasi yang sedang menempuh pendidikan kelas XII SMA/ MA/ SMK Negeri/Swasta Tahun Ajaran/Akademik 2018/2019.

  3. Pendaftar seleksi mempunyai kesempatan untuk melanjutkan studi di Unimus meliputi:
    1. Program Diploma yang ditawarkan adalah : Keperawatan (D3), Kebidanan (D3), Gizi (D3), Analis Kesehatan (D3 & D4).
    2. Program Sarjana (S1) yang ditawarkan adalah : Teknik Elektro, Teknik Mesin, Kesehatan Masyarakat, Sastra Inggris,Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Kimia, Pendidikan Matematika,  Statistik, Manajemen, Akuntansi, Keperawatan, Gizi, Teknologi Pangan, kecualiPendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi.

  4. Melampirkan fotocopy nilai ijazah dan atau nilai raport semester 1 – 5 yang dilegalisir dan atau keterangan kelulusan (bagi yang belum menerima ijazah) dengan nilai rata-rata minimal 75 atau 3,00 (Kurtilas=Kurikulum 2013) yang dilegalisir.

  5. Panitia menerima pengusulan calon pendaftar secara kolektif dari sekolah maupun dari individu/perorangan.

  6. Tidak mempunyai cacat tubuh yang dapat mengganggu kelancaran belajar.